Selasa, 24 Februari 2009
Jumat, 20 Februari 2009
Bahasa lokal* hari ini
Bahasa lokal* hari ini
Oleh: Dhanang P, XI A 1
Indonesia, merupakan suatu Negara dengan banyak suku, ras, dan bahasa yg di satukan dalam suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,. Banyaknya bahasa daerah/lokal di Indonesia menunjukan tinggkat kepintaran berbahasa para leluhur kita.
Dewasa muncul pelbagai polemic tentang tergerusnya bahasa2 lokal oleh globalisasi, hilangnya pembelajaran bahasa lokal di jenjang pendidikan sma turut menjadi sorotan, walau sebenarnya tidak semua sma mentiadakan pelajaran berbahasa local, missal di tuban pembelajaran bahasa local tetap ada, dari jenjang pendidikan sd, smp, sampai dengan sma. beda lagi dengan di banyuwangi, selain pembelajaran bahasa daerah tetap ada di jenjang sd sampai sma, dinas kebudayaan di sana juga telah menerbitkan buku2 cerita berbahasa local, yg disadur dari buku2 cerita berbahasa Indonesia, dan asing dengan tujuan bahasa lokal di sana tetap ada, dan berkembang, selain untuk menghibur tentunya .
Walaupun di sebagian daerah bahasa lokal tidak di ajarkan di jenjang sma –termasuk sma bakti- tapi sebenrnya kekawatriran tergerusnya bahasa local oleh globalisas, tidak perlu di besar2 kan, karna kenyataanya sebagian besar orang Indonesia dalam keseharianya menggunakan bahasa local daerahnya masing2, ketimbang menggunakan bahasa Indonesia, dan bahkan menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahsa ke dua.
Di daerah jogja masih banyak ditemukan orang2 yg menggunakan bahasa local, walaupun jogja merupakan daerah wisata yg sering didatangi wisatawan asing, maupun domestic sehingga kemungkinan pencampuran bahasa sangat besar .kenyataan yg sama juga kan kita temui di daerah bali, seperti system penamaan anak disana yg unik, orang bali juga mempunyai cara agar bahasa daerah di sana tidak hilang, konon pendatang ataupun wisatawan yg dapat menggunakan bahasa local bali akan sangat dihormati dan akan di bantu dengan sepenuh hati layaknya saudara, sehingga penggunaan bahasa local di sana masih tetap ada walaupun globalisasi di sana sangat radikal.
Seperti kata mbah marijan, “saya itu orang kecil, ya harusnya pakai bahasa orang kecil, saya tidak mau pakai bahasa Indonesia, nanti di bilang sombong”. Sehingga angka orang miskin di Indonesia yg tinggi membuat kekawatiran justru harus tersorot pada bahasa ibu di Indonesia(bahasa Indonesia), karma kenyataanya mayoritas penggunaan bahasa indinesia berada di daerah perkotaan. Lalu bagaimana dgn yg ada di kabupaten, dan daerah ? kebanyakan mereka menggunakan bahasa Indonesia dalam forum formal saja, selebihnya mereka kembali ke bahasa keseharian mereka, bahasa lokal.
Sebenarnya penghapusan pelajaran bahasa lokal di jenjang sma sudah sangat tepat, selain karna pembelajaran bahasa lokal sudah terlalu too much, sifat kedaerahan juga dapat terbentuk dari pembelajaran sastra daerah yg berlebihan, yg kedepanya dapat berdampak buruk terhadap proses sosialisasi seseorang . Bukan kah dalam sumpah kita –sumpah pemuda- sudah jelas . “kita putra putri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia” . sehingga seharusnya pembelajaran bahasa lokal saat di sd, dan smp menjadi pengenalan jati diri, dan kebudayaan daerahnya, dan saat di sma para siswa lebih belajar kepada sastra Indonesia, karna pada jenjang berikutnya siswa kebanyakan berpindah ke daerah lain, sehingga para siswa tidak terlalu sulit ber sosialisasi dengan kebudayaan baru di sekitar mereka.
Pada akirnya kita sebagai anak daerah harus dan wajib menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah, baik dengan belajar, dan mengajarkanya. Tetapi pada dasarnya apapun asal kesukuan, dan daerah kita. Indonesia adalah wadah kita, dan Indonesia adalah pemersatu kita, dan perbedaan lah yg menciptakan Indonesia. Maka kita harus mengenal kesukuan dan kedaerahan kita sebelum benar2 mengenal Indonesia.
* : bahasa2 daerah di Indonesia, termasuk bahasa jawa tentunya
Oleh: Dhanang P, XI A 1
Indonesia, merupakan suatu Negara dengan banyak suku, ras, dan bahasa yg di satukan dalam suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia,. Banyaknya bahasa daerah/lokal di Indonesia menunjukan tinggkat kepintaran berbahasa para leluhur kita.
Dewasa muncul pelbagai polemic tentang tergerusnya bahasa2 lokal oleh globalisasi, hilangnya pembelajaran bahasa lokal di jenjang pendidikan sma turut menjadi sorotan, walau sebenarnya tidak semua sma mentiadakan pelajaran berbahasa local, missal di tuban pembelajaran bahasa local tetap ada, dari jenjang pendidikan sd, smp, sampai dengan sma. beda lagi dengan di banyuwangi, selain pembelajaran bahasa daerah tetap ada di jenjang sd sampai sma, dinas kebudayaan di sana juga telah menerbitkan buku2 cerita berbahasa local, yg disadur dari buku2 cerita berbahasa Indonesia, dan asing dengan tujuan bahasa lokal di sana tetap ada, dan berkembang, selain untuk menghibur tentunya .
Walaupun di sebagian daerah bahasa lokal tidak di ajarkan di jenjang sma –termasuk sma bakti- tapi sebenrnya kekawatriran tergerusnya bahasa local oleh globalisas, tidak perlu di besar2 kan, karna kenyataanya sebagian besar orang Indonesia dalam keseharianya menggunakan bahasa local daerahnya masing2, ketimbang menggunakan bahasa Indonesia, dan bahkan menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahsa ke dua.
Di daerah jogja masih banyak ditemukan orang2 yg menggunakan bahasa local, walaupun jogja merupakan daerah wisata yg sering didatangi wisatawan asing, maupun domestic sehingga kemungkinan pencampuran bahasa sangat besar .kenyataan yg sama juga kan kita temui di daerah bali, seperti system penamaan anak disana yg unik, orang bali juga mempunyai cara agar bahasa daerah di sana tidak hilang, konon pendatang ataupun wisatawan yg dapat menggunakan bahasa local bali akan sangat dihormati dan akan di bantu dengan sepenuh hati layaknya saudara, sehingga penggunaan bahasa local di sana masih tetap ada walaupun globalisasi di sana sangat radikal.
Seperti kata mbah marijan, “saya itu orang kecil, ya harusnya pakai bahasa orang kecil, saya tidak mau pakai bahasa Indonesia, nanti di bilang sombong”. Sehingga angka orang miskin di Indonesia yg tinggi membuat kekawatiran justru harus tersorot pada bahasa ibu di Indonesia(bahasa Indonesia), karma kenyataanya mayoritas penggunaan bahasa indinesia berada di daerah perkotaan. Lalu bagaimana dgn yg ada di kabupaten, dan daerah ? kebanyakan mereka menggunakan bahasa Indonesia dalam forum formal saja, selebihnya mereka kembali ke bahasa keseharian mereka, bahasa lokal.
Sebenarnya penghapusan pelajaran bahasa lokal di jenjang sma sudah sangat tepat, selain karna pembelajaran bahasa lokal sudah terlalu too much, sifat kedaerahan juga dapat terbentuk dari pembelajaran sastra daerah yg berlebihan, yg kedepanya dapat berdampak buruk terhadap proses sosialisasi seseorang . Bukan kah dalam sumpah kita –sumpah pemuda- sudah jelas . “kita putra putri Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia” . sehingga seharusnya pembelajaran bahasa lokal saat di sd, dan smp menjadi pengenalan jati diri, dan kebudayaan daerahnya, dan saat di sma para siswa lebih belajar kepada sastra Indonesia, karna pada jenjang berikutnya siswa kebanyakan berpindah ke daerah lain, sehingga para siswa tidak terlalu sulit ber sosialisasi dengan kebudayaan baru di sekitar mereka.
Pada akirnya kita sebagai anak daerah harus dan wajib menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah, baik dengan belajar, dan mengajarkanya. Tetapi pada dasarnya apapun asal kesukuan, dan daerah kita. Indonesia adalah wadah kita, dan Indonesia adalah pemersatu kita, dan perbedaan lah yg menciptakan Indonesia. Maka kita harus mengenal kesukuan dan kedaerahan kita sebelum benar2 mengenal Indonesia.
* : bahasa2 daerah di Indonesia, termasuk bahasa jawa tentunya
Senin, 16 Februari 2009
Kamis, 05 Februari 2009
kolam sma bakti ponorogo
kolam sma bakti ponorogo ini emang ndak bisa dilepasin dari keusilan para siswa2nya yg agak gila semua, ritual ulang tahun selalu memanfaatkan kolam ini sebagai penyedia "kemeriahan" yg murah meriah, dan tentu memberikan kesan bagi siapa saja yg pernah tercebur, dan di ceburkan di dalamnya.beberapa even diklat juga memanfaatkan kolam itu, contohnya diklat becsa tahun lalu.
sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakt
isma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakt
isma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti sma bakti
visi misi
VISI
Unggul dalam ilmu pengetahuan yang berdasarkan iman, taqwa dan nilai-nilai keagamaan, menjunjung tinggi budaya bangsa serta mandiri.
MISI
1. Melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien
2. Menumbuhkan potensi diri setiap siswa sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
3. Meningkatkan pendalaman dan pengamalan ajartan agama islam dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menumbuhkan semangat dan usaha untuk berprestasi kepada seluruh warga.
5. Menumbuhkembangkan kreatifitas yang kompetitif seluruh warga sekolah
6. Melaksanakan terobosan inovatif dalam pembaharuan pola pembelajaran untuk menumbuh kembangkan kreatifitas siswa dalam menghadapi tantangan pembaharuan dan perubahan-perubahan.
Unggul dalam ilmu pengetahuan yang berdasarkan iman, taqwa dan nilai-nilai keagamaan, menjunjung tinggi budaya bangsa serta mandiri.
MISI
1. Melaksanakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien
2. Menumbuhkan potensi diri setiap siswa sehingga dapat dikembangkan secara optimal.
3. Meningkatkan pendalaman dan pengamalan ajartan agama islam dalam kehidupan sehari-hari.
4. Menumbuhkan semangat dan usaha untuk berprestasi kepada seluruh warga.
5. Menumbuhkembangkan kreatifitas yang kompetitif seluruh warga sekolah
6. Melaksanakan terobosan inovatif dalam pembaharuan pola pembelajaran untuk menumbuh kembangkan kreatifitas siswa dalam menghadapi tantangan pembaharuan dan perubahan-perubahan.
profil kita
| PROFIL SEKOLAH | |
| Nama | SMA BAKTI PONOROGO |
| NSS | 302051101007 |
| Jenjang Pendidikan | SMU |
| Status Sekolah | Swasta |
| Akreditas | A |
| Alamat Sekolah | Jl. Batoro Katong No. 24 Desa. Nologaten Kec. Ponorogo Kabupaten Ponorogo 63411 |
| Telepon | 0352 481374 |
| Fax | - |
| - | |
| Website | http://- |
| Nama Kepala Sekolah | Drs. Agung Pramono, M.Pd. |
| Nama Kontak Person | Andri Pradhana |
Guru SMA Bakti Raih Medali Perak Lomba Pembuatan Media Pembelajaran (2006 tapi)
Gunakan Program Macromedia Flash, Sajikan Materi Dalam Bentuk Movie
Dunia pendidikan Ponorogo kembali menorehkan prestasi nasional. Kali ini diraih dua guru SMA Bakti Ponorogo yakni Suyud, dan Rohmi Yulianingtyas baru saja menyabet medali perak dalam lomba Pembuatan Media Pembelajaran SMA/MA Berbasis TIK Tingkat Nasional, kategori Software Pembelajaran Mandiri (SPM), yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Manajemen Dikdasmen, Depdiknas.
Kelebihan dari e-mail (electronic mail) adalah dapat mengirim pesan ke beberapa orang sekaligus. E-mail dapat berupa teks, gambar, file, video, audio, atau program-program lain. Penggunaan e-mail sangat praktis dan ekonomis karena cukup banyak website penyedia layanan e-mail gratis.
Hanya saja, internet bagi sebagian masyarakat masih merupakan barang mahal. Masih banyak pula sekolah di daerah yang hingga kini belum terjangkau akses internet. Hal ini disebabkan belum adanya jaringan telepon dan jasa penyedia layanan internet. Juga terbatasnya perangkat komputer yang dimiliki sekolah serta mahalnya biaya yang harus dikeluarkan sekolah.
Mendesain Software Pembelajaran Mandiri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan judul "Menggunakan Internet untuk komunikasi (e-mail)", dua guru SMA Bakti Ponorogo tersebut berusaha mengupas penggunaan internet untuk komunikasi (e-mail) tanpa harus mengakses internet. "SPM ini dirancang dengan menggunakan program Macromedia Flash MX 2004 Profesional untuk materi pembelajaran," jelas Suyud.
Sedangkan untuk evaluasi dirancang dengan mengunakan bahasa pemrograman Ms. Visual FoxPro versi 9.0, dipaket dalam bentuk CD installer. Materi disajikan dalam bentuk movie/video lengkap dengan petunjuk, narasi, musik, dan juga dalam bentuk lengkah demi langkah (step by step). Mulai dari cara melakukan registrasi e-mail, mengirim e-mail, menerima e-mail, attachment, download attachment file, mengelola e-mail sampai dengan pengunaan password dan antisipasi virus.
Sementara, evaluasi berbentuk pilihan ganda, lengkap dengan skor nilai, predikat, dan keterangan tuntas atau tidak tuntas. "Data nilai bagi siswa yang sudah menempuh ujian akan tersimpan dan dapat dicetak, juga tersedia fasilitas pencarian, soal dan kunci jawabannya," tegas Suyud diamini Rohmi.
Setelah mempelajari materi pada SPM ini, lanjut mereka, diharapkan khususnya siswa, guru ataupun masyarakat umumnya mampu menggunakan internet untuk komunikasi (e-mail). Sementara untuk memahami konsep media pembelajaran harus dipahami terlebih dahulu pengertian media dan pembelajaran.
Menurut mereka saat mempresentasikan karyanya, dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. "Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang bersifat relatif konstan," terangnya.
Ternyata, aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan pembelajaran adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Adapun salah satu unsur dari lingkungan yang mempengaruhi perubahan perilaku tersebut adalah apa yang disebut media.
"Sebab, apabila media pembelajaran dipilih, dikembangkan, dan digunakan secara tepat dan baik, dapat memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa," paparnya. Secara umum, tegas Suyud, manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran menarik dan interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan PBM dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
Yang menarik, dalam makalahnya, mereka juga sempat menyinggung pembuatan media pembelajaran berbasis TIK terdapat norma yakni sedapat mungkin memvisualkan konsep yang dianggap abstrak atau sukar diterima secara deskriptif oleh siswa, dan sedapat mungkin interaktif dengan pengguna. ***
cat:Ponorogo News
Dunia pendidikan Ponorogo kembali menorehkan prestasi nasional. Kali ini diraih dua guru SMA Bakti Ponorogo yakni Suyud, dan Rohmi Yulianingtyas baru saja menyabet medali perak dalam lomba Pembuatan Media Pembelajaran SMA/MA Berbasis TIK Tingkat Nasional, kategori Software Pembelajaran Mandiri (SPM), yang diselenggarakan Direktorat Pembinaan SMA, Ditjen Manajemen Dikdasmen, Depdiknas.
Kelebihan dari e-mail (electronic mail) adalah dapat mengirim pesan ke beberapa orang sekaligus. E-mail dapat berupa teks, gambar, file, video, audio, atau program-program lain. Penggunaan e-mail sangat praktis dan ekonomis karena cukup banyak website penyedia layanan e-mail gratis.
Hanya saja, internet bagi sebagian masyarakat masih merupakan barang mahal. Masih banyak pula sekolah di daerah yang hingga kini belum terjangkau akses internet. Hal ini disebabkan belum adanya jaringan telepon dan jasa penyedia layanan internet. Juga terbatasnya perangkat komputer yang dimiliki sekolah serta mahalnya biaya yang harus dikeluarkan sekolah.
Mendesain Software Pembelajaran Mandiri Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan judul "Menggunakan Internet untuk komunikasi (e-mail)", dua guru SMA Bakti Ponorogo tersebut berusaha mengupas penggunaan internet untuk komunikasi (e-mail) tanpa harus mengakses internet. "SPM ini dirancang dengan menggunakan program Macromedia Flash MX 2004 Profesional untuk materi pembelajaran," jelas Suyud.
Sedangkan untuk evaluasi dirancang dengan mengunakan bahasa pemrograman Ms. Visual FoxPro versi 9.0, dipaket dalam bentuk CD installer. Materi disajikan dalam bentuk movie/video lengkap dengan petunjuk, narasi, musik, dan juga dalam bentuk lengkah demi langkah (step by step). Mulai dari cara melakukan registrasi e-mail, mengirim e-mail, menerima e-mail, attachment, download attachment file, mengelola e-mail sampai dengan pengunaan password dan antisipasi virus.
Sementara, evaluasi berbentuk pilihan ganda, lengkap dengan skor nilai, predikat, dan keterangan tuntas atau tidak tuntas. "Data nilai bagi siswa yang sudah menempuh ujian akan tersimpan dan dapat dicetak, juga tersedia fasilitas pencarian, soal dan kunci jawabannya," tegas Suyud diamini Rohmi.
Setelah mempelajari materi pada SPM ini, lanjut mereka, diharapkan khususnya siswa, guru ataupun masyarakat umumnya mampu menggunakan internet untuk komunikasi (e-mail). Sementara untuk memahami konsep media pembelajaran harus dipahami terlebih dahulu pengertian media dan pembelajaran.
Menurut mereka saat mempresentasikan karyanya, dalam pembelajaran yang utama adalah bagaimana siswa belajar. "Belajar dalam pengertian aktivitas mental siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan yang bersifat relatif konstan," terangnya.
Ternyata, aspek yang menjadi penting dalam aktivitas belajar dan pembelajaran adalah lingkungan. Bagaimana lingkungan ini diciptakan dengan menata unsur-unsurnya sehingga dapat mengubah perilaku siswa. Adapun salah satu unsur dari lingkungan yang mempengaruhi perubahan perilaku tersebut adalah apa yang disebut media.
"Sebab, apabila media pembelajaran dipilih, dikembangkan, dan digunakan secara tepat dan baik, dapat memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa," paparnya. Secara umum, tegas Suyud, manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran menarik dan interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan PBM dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.
Yang menarik, dalam makalahnya, mereka juga sempat menyinggung pembuatan media pembelajaran berbasis TIK terdapat norma yakni sedapat mungkin memvisualkan konsep yang dianggap abstrak atau sukar diterima secara deskriptif oleh siswa, dan sedapat mungkin interaktif dengan pengguna. ***
cat:Ponorogo News
Selasa, 03 Februari 2009
Langganan:
Postingan (Atom)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
