Minggu, 23 Mei 2010

PENERIMAAN MAHASISWA BARU


Politeknik Negeri Malang menerima pendaftaran calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2010/2011 untuk jenjang pendidikan Diploma IV (Sarjana Sain Terapan, SST) atau Diploma III (Ahli Madya, A.Md.) melalui jalur UMPN (Ujian Masuk Politeknik Negeri) dengan ketentuan sebagai berikut :

PERSYARATAN

Pendaftar datang ke Gedung Pusat Informasi (GPI) Kampus II Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9. dengan persyaratan :

1. Lulusan SLTA (SMA/SMK/MA), menyerahkan fotokopi ijazah dan surat tanda lulus yang dilegalisir sebanyak 2 lembar.

2. Menyerahkan fotokopi Daftar Nilai UN yang dilegalisir sebanyak 2 lembar.

3. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000,- pada loket bank yang telah disediakan.

4. Mengisi Formulir Pendaftaran

5. Menyerahkan pas foto ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar.

6. Bagi pemilih rekayasa selain Teknik Sipil atau Manajemen Rekayasa Konstruksi, WAJIB TIDAK BUTA WARNA, disediakan tim untuk tes buta warna.

Catatan:

Peserta dari IPA diijinkan memilih Rekayasa atau Tata Niaga, sedangkan dari IPS hanya diijinkan memilih Tata Niaga. Peserta dari SMK hanya diijinkan memilih program studi yang sesuai dengan jurusan asal.


Jadwal Kegiatan

JENJANG
PENDAFTARAN TEST PENGUMUMAN
D4
03 Mei 2010 s.d 18 Juni 2010
19 Juni 2010
22 Juni 2010
D3
03 Mei 2010 s.d 23 Juli 2010
24 Juli 2010
27 Juli 2010

PENGUMUMAN

Hasil seleksi bisa dilihat di Kampus II Politeknik Negeri Malang Jl. Soekarno Hatta No. 9, atau di Website http://www.poltek-malang.ac.id.

BIAYA PENDAFTARAN

Biaya pendaftaran sebesar Rp. 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah) untuk setiap peserta, dibayarkan melalui bank BTN rekening :

Bank BTN Cabang Unibraw

atas nama : Poltek Negeri Malang - Bendahara Penerima

Nomor Rekening: 00113-01-30-000030-1

yang disediakan di loket pendaftaran.

BIAYA KULIAH

Jenjang Pendidikan : Diploma III (Ahli Madya, A.Md)

No.
URAIAN REKAYASA TATA NIAGA KETERANGAN
1. Uang Kuliah & Praktikum (UKP) 1.750.000,- 1.600.000,- Tiap semester
2.

Sumbangan Pengembangan Fasilitas (SPF)

4.250.000,- 4.250.000,-

Satu kali selama

selama masa studi

3. Kelengkapan mahasiswa baru 750.000,- 750.000,- Satu kali selama masa studi
4. DIKLATSAR 500.000,- 500.000,- Satu kali selama masa studi

Jenjang Pendidikan : Diploma III Kelas Bilingual

No.
URAIAN REKAYASA TATA NIAGA KETERANGAN
1. Uang Kuliah & Praktikum (UKP) 2.700.000,- 2.400.000,- Tiap semester
2.

Sumbangan Pengembangan Fasilitas (SPF)

4.250.000,- 4.250.000,-

Satu kali selama

selama masa studi

3. Kelengkapan mahasiswa baru 750.000,- 750.000,- Satu kali selama masa studi
4. DIKLATSAR 500.000,- 500.000,- Satu kali selama masa studi

Jenjang Pendidikan : Diploma IV (Sarjana Sain Terapan, SST)

No.
URAIAN REKAYASA TATA NIAGA KETERANGAN
1. Uang Kuliah & Praktikum (UKP) 2.500.000,- 2.250.000,- Tiap semester
2.

Sumbangan Pengembangan Fa-

silitas (SPF)

4.350.000,- 4.350.000,-

Satu kali selama

selama masa studi

3. Kelengkapan mahasiswa baru 750.000,- 750.000,- Satu kali selama masa studi
4. DIKLATSAR 500.000,- 500.000,- Satu kali selama masa studi

PROGRAM STUDI

Jurusan dan Program Studi yang ada di Politeknik Negeri Malang dan bisa dipilih melalui Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) adalah sebagai berikut :

Jenjang Pendidikan : Diploma III

Rekayasa:

1. Teknik Elektro

  • Teknik Elektronika, Akreditasi B, SK Nomor: 00175/Ak-V/Dpl-III-005/PBWTEK/VI/2005
  • Teknik Listrik, Akreditasi A, SK Nomor: 006/BAN-PT/Ak-V/Dpl-III/VI/2005
  • Teknik Telekomunikasi, Akreditasi B, SK Nomor: 006/BAN-PT/Ak-V/Dpl-III/VI/2005
  • Manajemen Informatika, Akreditasi B, SK Nomor: 024/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-III/2009

2. Teknik Mesin, Akreditasi A, SK Nomor: 014/BAN-PT/Ak-V/Dpl-III/X/2006

3. Teknik Sipil, Akreditasi A, SK Nomor: 003/BAN-PT/Ak-IX/Dpl-III/V/2004

4. Teknik Kimia, Akreditasi B, SK Nomor: 002/BAN-PT/Ak-IX/Dpl-III/IV/2009

Tata Niaga:

1. Akuntansi, Akreditasi A, SK Nomor: 016/BAN-PT/Ak-VIII/Dpl-III/X/2008

2. Administrasi Bisnis, Akreditasi A, SK Nomor: 016/BAN-PT/Ak/Dpl-III/X/2008

JENJANG PENDIDIKAN : DIPLOMA III, KELAS BILINGUAL

Rekayasa: Tata Niaga

1. Teknik Mesin 1. Akuntansi

2. Teknik Sipil 2. Adbinistrasi Bisnis

Jenjang Pendidikan : Diploma IV

Rekayasa:

1. Teknik Elektro

  • Teknik Elektronika
  • Sistem Kelistrikan
  • Jaringan Telekomunikasi Digital

2. Teknik Mesin : - Teknik Otomotif Elektronik

3. Teknik Sipil: - Manajemen Rekayasa Konstruksi

Tata Niaga:

1. Akuntansi: - Akuntansi Manajemen

2. Administrasi: - Pemasaran

Catatan: Semua program studi pada jenjang Diploma IV dalam proses akreditasi

LAIN-LAIN

Hal-hal yang belum jelas, silahkan menghubungi Panitia Penjaringan Mahasiswa Baru :

Gedung Pusat Informasi (UPT Humas)

Politeknik Negeri Malang

Jl. Soekarno Hatta No. 9 Telepon (0341) 404424, 404425 Ext. 2000 atau 2432

Malang, 23 April 2010

Direktur,

ttd

Ir. Tundung Subali Patma, MT

Kamis, 11 Maret 2010

APAKAH KAU KEMATIAN ?














Kenapa aku masih menulis ?,
bukanya aku harusnya sudah terkapar dalam mati tertabrak truk pertamina tadi sore ?

apa aku hanya bermimpi karna aku masih disini. Dikamar terbaringkan tubuhku sambil masih menyalakan notebook. Tapi begitu nyata terasa saat gadis kecil itu berjalan riang diantara dinding dinding tembok beton penuh grafity yg bertumpuk dan jelek. Aku masih begitu ingat, masih sangat begitu ingat, bahkan diantara neurotransmitter tubuhku masih merasakan perpindahan perasaan itu di tiap neutron saraf sensoriku.

Aku begitu ingat kala tangan sebelah kiriku mulai tertabrak truk pertamina, seketika tulang lenganku mendapat inpuls yg meremukanya dan berlanjut di tulang rusuku, aku masih begitu ingat saat remukan tulang rusuku berubah menjadi serpihan tulang tulang yg lancip yg menyesakan paru paruku dan menusuk jantungku, dan seketika merusah pusat peredaran glukosa, sel immunitas, dan semua zat zat adictif tubuhku, menghancurkan system perasaku di plexus solar dan membuatku terapaku sejenak pada sosok anak kecil di atas tembok itu yg kini telah berganti dengan mahluk berjubah hitam. Aku masih sempat berucap lirih di ambang kerusakan semua fungsi kesadaranku ketika kepalaku membentur moncong truk dan meulai memberikan sensasi retak dan pendarahan yg cepat di otaku.

“apakah kau kematian ? “

Aku hanya berucap lirih kepada sosok hitam yg kini berdiri angkuh di atas tembok yg dipenuhi gravity jelek, dan semua berjalan kembali dengan egitu cepatnya.

Aku tertabrak truk peramina, dan mati seketika.

Tidak.

Tidak seketiak, aku masih hidup ketika truk pertamina itu menghancurkan tulangku, aku masih hidup ketika truk pertamina itu menghancurkan paru paru dan jantungku, aku masih hidup ketika truk pertamina itu menghancurkan tengkorak kepalaku. Dan aku maih hidup di sepersekian nano detik dari kematianku. Aku merasakanya



***

Aku hanya berdiri diantara kesemerawutan sore, sore itu begiu panas, sangat panas hingga aku dan teman di sampngku sepakat untuk menyebut hari ini adalah ”dog day”. Walau kami kini di dalam ruang ber AC tapi sensasi panas masih sangat kentara saat kami melihat di luar jendela kaca, sebuah pemandangan yg penuh sesak oleh kendaraan umum, tapi kami sadar kami harus kembali ke luar, kembali pulang, kembali melewai jalanan yg penuh sesak oleh kematian.

”aku merasakan senyawa kaustik membakar seluruh permukaan kulitku”
”this is dogs day dude, we must be taste a half of hell right now”

Aku membayangkan kalau saat ini langit menghujan kota ini dengan willy pitty grenade, pasti taka ada bedanya dengan hari ini, karna dengan atau tidak adanya hujan willy pitty grenade, tubuhku rasanya sudah hampir terbakar oleh white phosphorus.

Kini kami berada di sebuah trotoar jalan tempat dimana sebuah penjual teh botol menjajakan daganganya, kami berdiri di bawah payung besar tempat penjual teh botol itu berjualan, dan kami melamunkan hayalan kami yg kini sudah berada di rumah di bawah payung penjual teh botol.

Tas backpacker medium size ku kini sudah terasa seperti alat steam punggung. Dan tak ada yg dapat aku perbuat akan itu. aku menunggu bus kota yg entah kenapa terasa begitu lama dan lama.

Aku hanya terdiam berdiri sambil menggenggam teh botol yg kini tinggal setengah ketika temanku memutuskan untuk membeli Koran sore di stan penjual Koran di belakang tukang penjual the botol dan payungnya.

Aku hanya menerbangkan lamunanku di antara kelengangan yg kini telah membuat jalanan yg penuh sesak perlahan berkurang satu satu walau tetap saja jalanan masih begitu sesak.

***

Seorang anak kecil dengan payung hitamnya berjalan ringan di atas tembok penuh gravity dan pamflet usang tepat di depanku, dia berjalan, dia melompat lompat kecil, di atas tembok sambil memainkan payungnya. Aku hanya tetap berdiri sambil terpatung saat melihatnya di atas tembok trotoar di sisi jalan di depanku. Aku berdiri menghadap jalan raya dan menghadap tembok tembat gadis kecil itu menari di atas tembok. Aku terpaku ketika gadis kecil itu terdiam dan memandangiku dari atas tembok sisi jalan di depanku.

“kak, ayo main” dia berucap dengan gerak bibir mungilnya.

Aku hanya terdiam, masih dengan the botol yg kini makin kandas, masih tek percaya apa yg kulihat . suara jalanan telah meredam suara gadis kecil itu, yg ada hanya gerak mulutnya yg masih bisa ku baca.

“kak, ayo kak, main” di masih berusaha mengajaku dengan gerak bibir mungilnya.

“denganku ?” berusaha berbincang dengan gerak bibir seperti gadis kecil itu ketika truk sampah lewat dan membuatku berusaha keras lagi.
“iya kak, kemari cepet” dia melambaikan tanganya kegirangan.
Udara berubah menjadi berangin, bukan angin kompor seperti yg sedari tadi aku rasakan, api angin dingin mirip angin AC. Meniup lembut diantara kesadaranku, aku mulai berjalan menuju gadis kecil itu, kakiku mulai turun ke jalanan aspal. Jalanan terasa begitu sepi, mendung mulai melindungiku dari sinar matahari yg membakarku sedari tadi.

Gadis kecil itu masih berdiri di atas tembok sambil memainkan payung hitamnya. Di masih melambai lambaikan tanganya memanggilku, dan dia masih begitu manis.

Masih begitu manis ketika bunyi klakson begitu nyaring manggema dari kiri tubuhku, sebuah truk pertamina berjalan dengan begitu cepat menujuku, sekilas aku kembali melihat di atas tembok lagi, gadis kecil itu hilang, tidak ada lagi gadis kecil itu, yg ada hanya sesosok mahluk hitam yg berdiri angkuh di tempat gadis itu berada beberapa detik lalu.

“apakah kau kematian ?”

Belajar Dari Remaja Teladan (Based on true story in my life)


17 Tahun bukanlah halangan tuk merasakan indahnya menyukai lawan jenis. Tatkala perasaan itu tumbuh tak salah kebahagiaan muncul dengan tak terduga.

Ya, itulah yang mereka rasakan kepada W (inisial). Mereka? Mengapa mereka? Saya sebut mereka karena jumlahnya yang lebih dari satu. Tapi jangan kira mereka menyukai W karena W playboy, kaya, keren, cakep, dll. Jika Anda mengira demikian salah kiranya.

W adalah temanku. Prestasi, kesederhanaanya, sikapnya, kebaikannya yang membuat banyak orang menyukainya. Khususnya para perempuan yang selalu mencari cari perhatiannya. Ringan tangan dan tampang yang lumayan (masih kalah ma q tapi hwehehe) semakin menjadikannya memiliki daya tarik yang wah di mata mereka.

Prestasinya banyak sekali. Sejak SMP dia telah sering memenangi olimpiade tingkat Nasional. Begitu pula di SMA. Terakhir dia berhasil menjuarai Olimpiade Farmasi yang menghantarkannya membawa nama baik SMA ku tercinta mengalahkan SMA tenar dari kota besar. Bahkan dia ditawari dosen Unair masuk farmasi tanpa tes kala itu melihat seemua pertanyaan dijawabnya dengan benar. Namun, karena cita citanya masuk kedokteran telah bulat ditolaknya tawaran emas itu.

Hebat. Itu yang hanya bisa ku ucapkan.

Tapi siapapun yang mengenalnya, takkan pernah berpikir dia meraihnya dengan susah. Secara genetika, dia lahir dari Ayah mantan Kades dan Ibu yang sekarang Kades. Keduanya tidak memiliki kemampuan yang terlalu wah bila dibandingkan W. Jadi faktor genetika tak banyak mempengaruhinya.

Bahkan mereka adalah keluarga yang tinggal di daerah pedesaan. Jalan tuk memasuki kediaman W melalui jalanan dimana kanan kiri hanya ada tanaman tebu, jarang ada rumah penduduk. Akses informasi yang terbatas. dan semua itu bukanlah penghalang tuk berprestasi.

Berbagai kesempurnaan dibalut sikapnya yang berbudi pekerti baik membuatnya banyak disukai. Dia pernah memutuskan memacari salah satu cewek yang menyukainya. Tak segan segan cewek itu anak Wakil Bupati. Tapi diputuskannya cewek itu karena kesadarannya keputusannya tak tepat berpacaran sebelum waktunya. Itu dua tahun lalu. Kini, masih banyak yang menyukainya. Dari berbagai kalangan, cewek alim, cewek pintar, adik kelas, etc.
Tapi dia tetap istiqomah menghiraukannya.

Baginya semua itu kesenangan sesaat dan lebih penting mengejar masa depan dengan kegighannya belajar.

Kebaikannya pernah disalahgunakan. Saat itu dia diminta mengirim SMS jawaban ulangan semesternya ke seluruh anggota kelas. Namun, tak disangka salah satu penerima SMS ketahuan. Semua yang terlibat pun dijatuhi hukuman. Akibatnya W tak bisamasuk kelas unggulan. Bahkan hampir dikeluarkan jika saja orang tuanya tidak datang. Saat itu wajahnya memerah. Entah marah, entah menyesal.

Sejak saat itu dia berubah. Dia tak lagi mau main curang. Tapi di luar ulangan kebaikannya masih bisa dirasakan.

Sungguh suatu kebanggaan memiliki teman sepertinya. Dia tetap tak macam macam hingga kini. Setia kawan, easy going, humoris, sederhana, alim.

Bukan kedengkian yang ku harap bisa rasakan. Cuma lecutan semangat tuk berprestasi dan menjadi generasi muslim yang baik sepertinya. Coz banyak juga teman yang smart tapi akhlaqnya buruk. JJiiah...

That's all...
Thanks