
17 Tahun bukanlah halangan tuk merasakan indahnya menyukai lawan jenis. Tatkala perasaan itu tumbuh tak salah kebahagiaan muncul dengan tak terduga.
Ya, itulah yang mereka rasakan kepada W (inisial). Mereka? Mengapa mereka? Saya sebut mereka karena jumlahnya yang lebih dari satu. Tapi jangan kira mereka menyukai W karena W playboy, kaya, keren, cakep, dll. Jika Anda mengira demikian salah kiranya.
W adalah temanku. Prestasi, kesederhanaanya, sikapnya, kebaikannya yang membuat banyak orang menyukainya. Khususnya para perempuan yang selalu mencari cari perhatiannya. Ringan tangan dan tampang yang lumayan (masih kalah ma q tapi hwehehe) semakin menjadikannya memiliki daya tarik yang wah di mata mereka.
Prestasinya banyak sekali. Sejak SMP dia telah sering memenangi olimpiade tingkat Nasional. Begitu pula di SMA. Terakhir dia berhasil menjuarai Olimpiade Farmasi yang menghantarkannya membawa nama baik SMA ku tercinta mengalahkan SMA tenar dari kota besar. Bahkan dia ditawari dosen Unair masuk farmasi tanpa tes kala itu melihat seemua pertanyaan dijawabnya dengan benar. Namun, karena cita citanya masuk kedokteran telah bulat ditolaknya tawaran emas itu.
Hebat. Itu yang hanya bisa ku ucapkan.
Tapi siapapun yang mengenalnya, takkan pernah berpikir dia meraihnya dengan susah. Secara genetika, dia lahir dari Ayah mantan Kades dan Ibu yang sekarang Kades. Keduanya tidak memiliki kemampuan yang terlalu wah bila dibandingkan W. Jadi faktor genetika tak banyak mempengaruhinya.
Bahkan mereka adalah keluarga yang tinggal di daerah pedesaan. Jalan tuk memasuki kediaman W melalui jalanan dimana kanan kiri hanya ada tanaman tebu, jarang ada rumah penduduk. Akses informasi yang terbatas. dan semua itu bukanlah penghalang tuk berprestasi.
Berbagai kesempurnaan dibalut sikapnya yang berbudi pekerti baik membuatnya banyak disukai. Dia pernah memutuskan memacari salah satu cewek yang menyukainya. Tak segan segan cewek itu anak Wakil Bupati. Tapi diputuskannya cewek itu karena kesadarannya keputusannya tak tepat berpacaran sebelum waktunya. Itu dua tahun lalu. Kini, masih banyak yang menyukainya. Dari berbagai kalangan, cewek alim, cewek pintar, adik kelas, etc.
Tapi dia tetap istiqomah menghiraukannya.
Baginya semua itu kesenangan sesaat dan lebih penting mengejar masa depan dengan kegighannya belajar.
Kebaikannya pernah disalahgunakan. Saat itu dia diminta mengirim SMS jawaban ulangan semesternya ke seluruh anggota kelas. Namun, tak disangka salah satu penerima SMS ketahuan. Semua yang terlibat pun dijatuhi hukuman. Akibatnya W tak bisamasuk kelas unggulan. Bahkan hampir dikeluarkan jika saja orang tuanya tidak datang. Saat itu wajahnya memerah. Entah marah, entah menyesal.
Sejak saat itu dia berubah. Dia tak lagi mau main curang. Tapi di luar ulangan kebaikannya masih bisa dirasakan.
Sungguh suatu kebanggaan memiliki teman sepertinya. Dia tetap tak macam macam hingga kini. Setia kawan, easy going, humoris, sederhana, alim.
Bukan kedengkian yang ku harap bisa rasakan. Cuma lecutan semangat tuk berprestasi dan menjadi generasi muslim yang baik sepertinya. Coz banyak juga teman yang smart tapi akhlaqnya buruk. JJiiah...
That's all...
Thanks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar