Kamis, 11 Maret 2010

APAKAH KAU KEMATIAN ?














Kenapa aku masih menulis ?,
bukanya aku harusnya sudah terkapar dalam mati tertabrak truk pertamina tadi sore ?

apa aku hanya bermimpi karna aku masih disini. Dikamar terbaringkan tubuhku sambil masih menyalakan notebook. Tapi begitu nyata terasa saat gadis kecil itu berjalan riang diantara dinding dinding tembok beton penuh grafity yg bertumpuk dan jelek. Aku masih begitu ingat, masih sangat begitu ingat, bahkan diantara neurotransmitter tubuhku masih merasakan perpindahan perasaan itu di tiap neutron saraf sensoriku.

Aku begitu ingat kala tangan sebelah kiriku mulai tertabrak truk pertamina, seketika tulang lenganku mendapat inpuls yg meremukanya dan berlanjut di tulang rusuku, aku masih begitu ingat saat remukan tulang rusuku berubah menjadi serpihan tulang tulang yg lancip yg menyesakan paru paruku dan menusuk jantungku, dan seketika merusah pusat peredaran glukosa, sel immunitas, dan semua zat zat adictif tubuhku, menghancurkan system perasaku di plexus solar dan membuatku terapaku sejenak pada sosok anak kecil di atas tembok itu yg kini telah berganti dengan mahluk berjubah hitam. Aku masih sempat berucap lirih di ambang kerusakan semua fungsi kesadaranku ketika kepalaku membentur moncong truk dan meulai memberikan sensasi retak dan pendarahan yg cepat di otaku.

“apakah kau kematian ? “

Aku hanya berucap lirih kepada sosok hitam yg kini berdiri angkuh di atas tembok yg dipenuhi gravity jelek, dan semua berjalan kembali dengan egitu cepatnya.

Aku tertabrak truk peramina, dan mati seketika.

Tidak.

Tidak seketiak, aku masih hidup ketika truk pertamina itu menghancurkan tulangku, aku masih hidup ketika truk pertamina itu menghancurkan paru paru dan jantungku, aku masih hidup ketika truk pertamina itu menghancurkan tengkorak kepalaku. Dan aku maih hidup di sepersekian nano detik dari kematianku. Aku merasakanya



***

Aku hanya berdiri diantara kesemerawutan sore, sore itu begiu panas, sangat panas hingga aku dan teman di sampngku sepakat untuk menyebut hari ini adalah ”dog day”. Walau kami kini di dalam ruang ber AC tapi sensasi panas masih sangat kentara saat kami melihat di luar jendela kaca, sebuah pemandangan yg penuh sesak oleh kendaraan umum, tapi kami sadar kami harus kembali ke luar, kembali pulang, kembali melewai jalanan yg penuh sesak oleh kematian.

”aku merasakan senyawa kaustik membakar seluruh permukaan kulitku”
”this is dogs day dude, we must be taste a half of hell right now”

Aku membayangkan kalau saat ini langit menghujan kota ini dengan willy pitty grenade, pasti taka ada bedanya dengan hari ini, karna dengan atau tidak adanya hujan willy pitty grenade, tubuhku rasanya sudah hampir terbakar oleh white phosphorus.

Kini kami berada di sebuah trotoar jalan tempat dimana sebuah penjual teh botol menjajakan daganganya, kami berdiri di bawah payung besar tempat penjual teh botol itu berjualan, dan kami melamunkan hayalan kami yg kini sudah berada di rumah di bawah payung penjual teh botol.

Tas backpacker medium size ku kini sudah terasa seperti alat steam punggung. Dan tak ada yg dapat aku perbuat akan itu. aku menunggu bus kota yg entah kenapa terasa begitu lama dan lama.

Aku hanya terdiam berdiri sambil menggenggam teh botol yg kini tinggal setengah ketika temanku memutuskan untuk membeli Koran sore di stan penjual Koran di belakang tukang penjual the botol dan payungnya.

Aku hanya menerbangkan lamunanku di antara kelengangan yg kini telah membuat jalanan yg penuh sesak perlahan berkurang satu satu walau tetap saja jalanan masih begitu sesak.

***

Seorang anak kecil dengan payung hitamnya berjalan ringan di atas tembok penuh gravity dan pamflet usang tepat di depanku, dia berjalan, dia melompat lompat kecil, di atas tembok sambil memainkan payungnya. Aku hanya tetap berdiri sambil terpatung saat melihatnya di atas tembok trotoar di sisi jalan di depanku. Aku berdiri menghadap jalan raya dan menghadap tembok tembat gadis kecil itu menari di atas tembok. Aku terpaku ketika gadis kecil itu terdiam dan memandangiku dari atas tembok sisi jalan di depanku.

“kak, ayo main” dia berucap dengan gerak bibir mungilnya.

Aku hanya terdiam, masih dengan the botol yg kini makin kandas, masih tek percaya apa yg kulihat . suara jalanan telah meredam suara gadis kecil itu, yg ada hanya gerak mulutnya yg masih bisa ku baca.

“kak, ayo kak, main” di masih berusaha mengajaku dengan gerak bibir mungilnya.

“denganku ?” berusaha berbincang dengan gerak bibir seperti gadis kecil itu ketika truk sampah lewat dan membuatku berusaha keras lagi.
“iya kak, kemari cepet” dia melambaikan tanganya kegirangan.
Udara berubah menjadi berangin, bukan angin kompor seperti yg sedari tadi aku rasakan, api angin dingin mirip angin AC. Meniup lembut diantara kesadaranku, aku mulai berjalan menuju gadis kecil itu, kakiku mulai turun ke jalanan aspal. Jalanan terasa begitu sepi, mendung mulai melindungiku dari sinar matahari yg membakarku sedari tadi.

Gadis kecil itu masih berdiri di atas tembok sambil memainkan payung hitamnya. Di masih melambai lambaikan tanganya memanggilku, dan dia masih begitu manis.

Masih begitu manis ketika bunyi klakson begitu nyaring manggema dari kiri tubuhku, sebuah truk pertamina berjalan dengan begitu cepat menujuku, sekilas aku kembali melihat di atas tembok lagi, gadis kecil itu hilang, tidak ada lagi gadis kecil itu, yg ada hanya sesosok mahluk hitam yg berdiri angkuh di tempat gadis itu berada beberapa detik lalu.

“apakah kau kematian ?”

Belajar Dari Remaja Teladan (Based on true story in my life)


17 Tahun bukanlah halangan tuk merasakan indahnya menyukai lawan jenis. Tatkala perasaan itu tumbuh tak salah kebahagiaan muncul dengan tak terduga.

Ya, itulah yang mereka rasakan kepada W (inisial). Mereka? Mengapa mereka? Saya sebut mereka karena jumlahnya yang lebih dari satu. Tapi jangan kira mereka menyukai W karena W playboy, kaya, keren, cakep, dll. Jika Anda mengira demikian salah kiranya.

W adalah temanku. Prestasi, kesederhanaanya, sikapnya, kebaikannya yang membuat banyak orang menyukainya. Khususnya para perempuan yang selalu mencari cari perhatiannya. Ringan tangan dan tampang yang lumayan (masih kalah ma q tapi hwehehe) semakin menjadikannya memiliki daya tarik yang wah di mata mereka.

Prestasinya banyak sekali. Sejak SMP dia telah sering memenangi olimpiade tingkat Nasional. Begitu pula di SMA. Terakhir dia berhasil menjuarai Olimpiade Farmasi yang menghantarkannya membawa nama baik SMA ku tercinta mengalahkan SMA tenar dari kota besar. Bahkan dia ditawari dosen Unair masuk farmasi tanpa tes kala itu melihat seemua pertanyaan dijawabnya dengan benar. Namun, karena cita citanya masuk kedokteran telah bulat ditolaknya tawaran emas itu.

Hebat. Itu yang hanya bisa ku ucapkan.

Tapi siapapun yang mengenalnya, takkan pernah berpikir dia meraihnya dengan susah. Secara genetika, dia lahir dari Ayah mantan Kades dan Ibu yang sekarang Kades. Keduanya tidak memiliki kemampuan yang terlalu wah bila dibandingkan W. Jadi faktor genetika tak banyak mempengaruhinya.

Bahkan mereka adalah keluarga yang tinggal di daerah pedesaan. Jalan tuk memasuki kediaman W melalui jalanan dimana kanan kiri hanya ada tanaman tebu, jarang ada rumah penduduk. Akses informasi yang terbatas. dan semua itu bukanlah penghalang tuk berprestasi.

Berbagai kesempurnaan dibalut sikapnya yang berbudi pekerti baik membuatnya banyak disukai. Dia pernah memutuskan memacari salah satu cewek yang menyukainya. Tak segan segan cewek itu anak Wakil Bupati. Tapi diputuskannya cewek itu karena kesadarannya keputusannya tak tepat berpacaran sebelum waktunya. Itu dua tahun lalu. Kini, masih banyak yang menyukainya. Dari berbagai kalangan, cewek alim, cewek pintar, adik kelas, etc.
Tapi dia tetap istiqomah menghiraukannya.

Baginya semua itu kesenangan sesaat dan lebih penting mengejar masa depan dengan kegighannya belajar.

Kebaikannya pernah disalahgunakan. Saat itu dia diminta mengirim SMS jawaban ulangan semesternya ke seluruh anggota kelas. Namun, tak disangka salah satu penerima SMS ketahuan. Semua yang terlibat pun dijatuhi hukuman. Akibatnya W tak bisamasuk kelas unggulan. Bahkan hampir dikeluarkan jika saja orang tuanya tidak datang. Saat itu wajahnya memerah. Entah marah, entah menyesal.

Sejak saat itu dia berubah. Dia tak lagi mau main curang. Tapi di luar ulangan kebaikannya masih bisa dirasakan.

Sungguh suatu kebanggaan memiliki teman sepertinya. Dia tetap tak macam macam hingga kini. Setia kawan, easy going, humoris, sederhana, alim.

Bukan kedengkian yang ku harap bisa rasakan. Cuma lecutan semangat tuk berprestasi dan menjadi generasi muslim yang baik sepertinya. Coz banyak juga teman yang smart tapi akhlaqnya buruk. JJiiah...

That's all...
Thanks

Amprokan Blogger 2010, Asyik Euy - MP Indonesia Kapan Kumpul ya?

Pada 6-7 Maret 2010 kemarin, saya dan teman-teman Blogger Karawang mengikuti Amprokan Blogger yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Bekasi. Acara tersebut cukup meriah, diikuti oleh blogger-blogger dari 17 Provinsi. Acaranya gratis, jamuannya luar biasa, makanannya enak.. hehe.. ada bloggerwati juga.. wkaka...

Tidak tanggung-tanggung panitia mengusung salah satu topik menarik yakni Bekasi Bersih Partisipasi Blogger. Nah, ini jadi tantangan tersendiri bagi blogger2 di daerah lainnya untuk membuat hal serupa atau bahkan lebih dasyat. Menunjukan bahwa blogger punya kekuatan yang harus diperhitungkan. Tidak hanya dicap negatif doang..

Acara hari pertama kita di ajak jalan-jalan ke objek wisata dan sejarah di Bekasi seperti Monumen Perjuangan Rakyat, UKM Boneka, Tempat Sampah.. eh.. Tempat Pembuangan Sampah dan Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Wilayah Bantar Gebang, Kota Jababeka, Botani Garden, dan nanam pohon disana, terakhir ke Kantor Walikota Bekasi dan rumah dinas Walikota.

Hari kedua, adalah seminar interaktif. Sesi pertama membahas Green Cyber City dan Peran Blogger dengan pembicara Staff Menkominfo Ahmad Mambur (Mewakiki Menkominfo Tifatul Sembiring yang berhalangan hadir), Budi Putra ( Blogger Profesional dan Kontributor Yahoo Indonesia) dan Rommi Satria Wahono (Blogger Senior). Sesi kedua membahas mengenai E Government, Blogger dan Pemberdayaan Masyarakat dengan pembicara Nukman Luthfie (Blogger Profesional) dan Dwiyanto, Kepala Kantor PDE Pemkab Sragen.

Karena dua tulisan yang sudah saya buat tentang acara ini di Karawang Info alias KarIn (jadi 3 dengan di MP ini.. ngasih makan MP.. kasihan ga diupdate2.. hehe)... jadi untuk cerita selengkapnya + Foto + Ulasan Materi Bergizi dan segala menu lainnya silahkan lihat di artikel saya di Neng KarIn berikut ini :

* Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Karawang Bersih Partisipasi Siapa?
* Mengenal Kota Bekasi Melalui Amprokan Blogger 2010

Terimakasih untuk panitia atas jamuannya dan salam hangat selalu untuk para peserta kemarin. Semoga nanti saya dan teman2 di Komunitas Blogger Karawang (Blogkar) juga dapat mengundang kalian semua ke Karawang.

Untuk teman2 di MP, Apa kabar nih? Kapan MP Indonesia kopdar nih?